Minggu, 25 Maret 2018

siapakah Muhammad Syafe'i?

Diposting oleh Sania Rosyida di 21.03 0 komentar

MOHAMMAD SYAFEI SEBAGAI TOKOH PEMIKIR PENDIDIKAN

A.      Biografi Mohammad Syafe’i
Mohammad Syafei adalah seorang berdarah Minang yang dilahirkan di Kalimantan Barat. Ia dilahirkan tepatnya didaerah Natan tahun 1895. Ayahnya bernama Mara Sutan dan Ibunya Khadijah (Sukardjo,2013:100). Syafe’I berhasil menamatkan pendidikan dasarnya di Sekolah Rakyat pada tahun 1908. Kemudian ia pun meneruskan pendidikannya ke Sekolah Raja (Sekolah Guru) dan lulus pada tahun 1914.  Perjalanan hidup mengharuskan dirinya hijrah ke Jakarta dan menjadi guru pada sekolah Kartini selama 6 tahun (Sukardjo,2013:101).
Disela-sela menyelesaikan pendidikannya, Syafei menyempatkan diri juga untuk belajar menggambar. Tahun 1916 menempuh ujian untuk menjadi guru gambar pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Syafei merupakan anak Indonesia yang pertama yang mendapatkan ijazah tersebut, dan bahkan saat menyerahkan hasil ujian, juru bicara penguji berkata: ”Hasil pekerjaan ini sangat baik, seandainya tuan adalah orang Belanda tuan akan mendapatkan nilai 9 atau 10 tetapi karena tuan bangsa pribumi kami berikan nilai 8 untuk tuan” (Teaguh Triwiyanto, Jurnal IPI). Ia juga aktif dalam Pergerakan Budi Utomo serta membantu Pergerakan Wanita Putri Merdeka.
Pada tanggal 31 Mei 1922 Mohammad Syafei berangkat ke negeri Belanda untk menempuh Pensisikan atas bianyanya sendiri. Beliau belajar selama tiga tahun dan memperdalam Ilmu music, menggabbar, pekerjaan tangan, sandiwara, termasuk memperdalam pendidikan dan keguruan. Pada tahun 1925, beliau kembali ke Indonesia untuk mengabdikan Ilmu pengetahuannya dengan mengelola sebuah sekolah yang kemudian dikenal sekolah INS sebuah lembaga pendidikan yang merupakan akronim dari Indonesische Nederlandsche School. Cikal bakal sekolah ini adalah milik jawatan kereta api yang dipimpin oleh ayahnya yang pada tanggal 31 Oktober 1926 diserahkan kepada M. Syafei untuk dikelola.  Akibat kemampuan Syafei mengelola sekolah ini kemudian sekolah ini tersohor dengan nama Ruang Pendidikan Indonesische Nederlandsche School (RP INS) Kayutanam. Tujuan utama Syafei mendirikan INS adalah untuk mendidik anak-anak agar dapat berdiri sendiri atas usaha sendiri dengan jiwa yang merdeka. Dengan berdirinya sekolah ini, berarti ia menentang sekolah-sekolah Hindia-Belanda yang hanya menyiapkan anak-anak untuk menjadi pegawai-pegawai mereka saja (Sukardjo,2013:101).

B.       Pemikiran Mohammad Syafe’i
Kajian mengenai ilmu pendidikan saat itu sedang mekar-mekarnya pandangan progresivisme ke arah pragmatisme, yang percaya bahwa tujuan jangka panjang pendidikan yaitu untuk melestarikan dan memperbaiki tatanan sosial yang ada dengan cara mengajar anak didik sebagaimana caranya menghadapi persoalan-persoalan dalam kehidupannya sendiri secara efektif. Pandangan progresivisme dan pragmatisme sering diidentifikasikan sebagai aliran liberalisme pendidikan. O’neil (2002:109) menyatakan liberalisme pendidikan ini berbeda-beda dalam hal intensitasnya, dari yang relatif lunak, yaitu liberalisme metodis yang diajukan oleh teoritisi seperti Maria Montessori, ke liberalisme direktif (liberalisme yang bersifat mengarahkan) yang barangkali paling sarat dengan muatan filosofi John Dewey hingga ke liberalisme nondirektif, atau liberalisme faire (liberalisme tanpa pengarahan) yang merupakan sudut pandang A.S. Neill atau Carl Rogers. Situasi historis, struktural, dan biografis seperti di atas Muhammad Syafei menjalani hari-hari mengkaji ilmu dan bergulat dengan alam pikirannya sendiri. Pada saatnya nanti, pemikiran dan praksis pendidikannya masih sangat sesuai dengan kondisi kekiniaan Indonesia. Masa pergerakan yang menjadi semangat zaman Syafei tidak kehilangan momentum pada saat ini, pemikiran mengenai penumpuhan budi pekerti anak didik hampir selalu menjadi cita-cita dan pemantik diskursus pendidikan. Kertas kerja ini berusaha memposisikan Syafei sebagai salah satu tonggak yang menancap kuat dan dalam pada alam pikir pendidikan Indonesia – pengusung kredo manusia merdeka berpikir dan menolak manusia priyayi elit – memberikan pandu bagaimana anak didik memperoleh pengetahuan bermanfaat. Anak didik yang berdiri dengan kepala tegak dengan inovasi dan kreativitas –otak, tangan, dan hati (jiwa) yang sepenuh-penuhnya berkembang – bukan manusia priyayi elit yang sebenarnya hanya menghamba ke tuannya saja, tidak merdeka (Teaguh Triwiyanto, Jurnal IPI).
Cara-cara yang digunakan Syafei mirip dengan perkembangan teori pendidikan saat ini, praktik pendidikan yang diterapkan dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan  kemampuan anak didik. Untuk melakukan pengembangan budi pekerti, manusia merdeka berpikir, Syafei merumuskan kurikulum INS Kayutanam ke dalam tiga bidang pengajaran, yaitu akademik (otak), kreatifitas (tangan) dan akhlak mulia (hati). Bidang akademis, anak didik dibekali pengetahuan umum layaknya sekolah biasa, meski lebih ditekankan pada penguasaan materi dan aplikasi di lapangan. Sementara itu, bidang kreatifitas dibagi lagi menjadi beberapa subbidang ketrampilan seperti pertukangan, keramik, kriya, seni ukir, seni lukis, sanggar musik, teater, sastra, dan beberapa ketrampilan lainnya. Sedangkan hal-hal yang menyangkut kecerdasan spiritual, diramu dan diaplikasikan dalam bidang akhlak mulia (Teaguh Triwiyanto, Jurnal IPI).
Untuk mengetahui lebih dalam terkait dengan ruang pendidikan RP INS Kayutanam, berikut akan disampaikan beberapa landasan, asas, tujuan dari pendidikan RP INS Kayutanam bagi Penyelenggaraan Pendidikan (Sukardjo,2013:103-107).
1.      Landasan Penyusunan Kurikulum RP INS Kayutanam
a.       Landasan Ideal
Pancasila yang merupakan sumber hukum dan digali dari kebudayaan-kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tanah air Indonesia.
b.      Landasan Konstitusional
Sebagaimana tujuan dari landasan pendidikan Indonesia yang tertuang dalam RP INS Kayutanam ada dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.
c.       Landasan Operasional
Landasan Operasional sudah tertuang dalam GBHN yang merupakan rintisan dari RP INS Kayutanam yang direalisasikan dalam bentuk Sisdiknas, yakni membentuk watak bangsa Indonesia seutuhnya.
d.      Kurikulum
Dalam kurikulum yang dikembangkan oleh RP INS Mohammad Syafei , yakni kurikulum pendidikan dasar yang tahun awalnya berupa pendidikan pra-sekolah. Dari segi tujuan operasional pendidikan kurikulumnya terdiri dari pendidikan umum dan kejuruan yang berpusat pada pekerjaan tangan.
2.      Asas Pendidikan INS Kayutanam
a.       Berpikir logis dan rasional
b.      Keaktifan atau kegiatan
c.       Pendidikan masyarakat
d.      Memperhatikan pembawaan anak
e.       Menentang intelektualisme
3.      Tujuan Pendidikan INS Kayutanam
a.       Mendidik rakyat kearah kemerdekaan
b.      Member pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
c.       Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat
d.      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab
e.       Mengusahakan kemandirian dalam pembiayaan.
Dasar-dasar tersebut kemudian disempurnakan dan mencakup berbagai hal, seperti: syarat-syarat pendidikan yang efektif, tujuan yang ingin dicapai, dan sebagainya.
Adapun model sekolah yang di kembangkan oleh Mohammad Syafei di Pendidikan INS diatur sebagai berikut (Sukardjo,2013:108).
1.      Sekolah itu bebrbentuk asrama, anak-anak hidup bersama-sama melalui bekerja nyata atau belajar melalui bekerja.
2.      Belajarnya diatur, sebagian belajar teori dan sebagiannya lagi belajar praktik.
3.      Ada bermacam-macam perlengkapan belajar (Tanah dan alat bercocok tanam, alat-alat tukang kayu, menganyam, mengolah karet, perlengkapan tukang besi, lapangan olahraga, dsb.)
Di samping bekerja, anak-anak juga berupaya mencari uang sendiri dengan cara menjual barang-barang hasil karya sendiri, berkoperasi, dan mengadakan pentas seni keliling. Dengan cara ini mereka dapat menghidupi diri sendiri, yang secara tidak langsung menghidupi sekaligus membiayai organisasi.

C.      Referensi
Sukardjo,M. 2013. Landasan Pendidikan Konsep dan AplikasinyaI. Jakarta: PT  RAJAGRAFINDO PERSADA.
Triwiyanto, Teguh. Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Malang Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan.

 

Semoga Bermanfaat Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting