MISTERI DI BALIK MAKAN SAMBIL BICARA
Ketika membahas tentang makan sambil bicara,
sering terlintas dibenakku yang selalu bertanya-tanya sebenarnya makan sambil
bicara itu boleh atau tidak ya?. tetapi mengapa secara turun-temurun papatah
jawa mengatakan bahwa “ojo mangan mbi ngomong amergo ora ilok”, dalam pepatah
tersebut kita dilarang makan sambil bicara karena banyak menimbulkan dampak
negatif, seperti:
1. Tersedak makanan yang masuk ke tenggorokkan
Saat kita sedang berbicara katup pada tenggorokkan akan terbuka dan
mengalihkan makanan kita yang seharusnya masuk ke kerongkongan malahan beralih
ke tenggorokan dan akhirnya kita tersedak. apalagi jika banyak orang pasti ita
malu banget arena batuk-batuk akibat tersedak.
2. Selera makan akan hilang
Jika seseorang telah keasikan berbicara atau bergosip, biasanya mereka akan
hilang selera makannya karena terlalu serius akan obrolan mereka sendiri. Hal
tersebut tentunya berdampak pada diri sendiri, misalnya jika sesorang telah
hilang selera makannya pasti akan timbul rasa malas untuk makan sehingga dapat
menjadikan badannya kurus.
Suatu ketika saya menyaksikan berita di
televisi yang sangat bermanfa’at buat saya karena pada akhirnya saya menemukan
hukum makan sambil bicara. Didalam berita tersebut dijelaskan bahwa makan
sambil bicara itu dianjurkan dari pada makan sambil diam saja, tetapi dengan
catatan yang dibicarakan adalah hal-hal yang berbau positif, misalnya: dengan
memuji Asma Allah SWT. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini:
Ibnul Muflih menyebutkan keteragan
Ishaq bin Ibrahim,
تعشيت
مرة أنا وأبو عبد الله وقرابة له فجعلنا لا نتكلم وهو يأكل ويقول الحمد لله وبسم
الله، ثم قال أكل وحمد خير من أكل وصمت ولم أجد عن أحمد خلاف هذه الرواية صريحا
ولم أجدها في كلام أكثر الأصحاب، والظاهر أن أحمد – رحمه الله – اتبع الأثر في ذلك
فإن من طريقته وعادته تحري الاتباع
“Suatu ketika aku makan malam bersama Abu
Abdillah yaitu Imam Ahmad bin Hanbal ditambah satu kerabat beliau. Ketika makan
kami sedikit pun tidak berbicara sedangkan Imam Ahmad makan sambil mengatakan
alhamdulillah dan bismillah setelah itu beliau mengatakan, “Makan sambil memuji
Allah itu lebih baik daripada makan sambil diam.” Tidak aku dapatkan pendapat
lain dari Imam Ahmad yang secara tegas menyelisihi nukilan ini. Demikian juga
tidak aku temukan dalam pendapat mayoritas ulama pengikut Imam Ahmad yang
menyelisihi pendapat beliau di atas. Kemungkinan besar Imam Ahmad berbuat
demikian karena mengikuti dalil, sebab di antara kebiasaan beliau adalah berupaya
semaksimal mungkin untuk sesuai dengan dalil.” (Adab Syariyyah, 3/177).
Berdasarkan hadis tersebut,
para ulama menganjurkan untuk berbicara ketika makan. Terutama pembicaraan yang
isinya pujian terhadap makanan dan pujian kepada Allah yang memberi makan.
Lalu bagaimana jika ada orang
yang mencela makanannya sendiri?, mencela makanan jelas telah diarang
Rosulullah SAW, karena sesungguhnya Rosulullah SAW tidak pernah mencela
makanan. Jika beliau menyukai makanan tersebut maka segera menyantapnya dan
jika beliau tidak menyukainya, Rosulullah tidak pernah berkomentar tidak baik
terhadap makanan tersebut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata,
مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنِ
اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
“Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sedikitpun.
Jika beliau mau, beliau makan, dan jika tidak suka, beliau meninggalkannya.”
[HR al-Bukhoriy: 5409, Muslim: 2064 dan Abu Dawud: 3763. Berkata asy-Syaikh
al-Albaniy: Shahih].
Maksudnya ialah jika kita merasakan ada yang kurang dalam makanan yang kita
makan sebaiknya jangan berkomentar apa-apa lebih baik tinggalkan saja makanan
tersebut dan jangan memakannya lagi, dan jangan sekali-kali berucap makanan apa
ini rasanya nggak enak banget, kurang inilah kurang itulah dsb.
Jadi kesimpulannya adalah jika kita merasakan kenikmatan/kelezatan pada
makanan yang kita makan sebaiknya kita memujinya tetapi jika kita merasakan
ketidakpuasan pada makanan tersebut janganlah mencelanya, akan lebih baik jika
kita tidak memakannya atau meninggalkannya.
0 komentar:
Posting Komentar