Sabtu, 21 Mei 2016

Seputar Masjid Agung Demak

Diposting oleh Sania Rosyida di 07.08
Filosofi Benda Bersejarah di Masjid Agung Demak

Bangunan bersejarah yang terdapat di Masjid Agung Demak  tentunya banyak sekali dari berbagai macam. Uniknya bagunan-bangunan tersebut memiliki makna atau maksud masing-masing.
1.      Gambar Bulus
Filosofi dari gambar bulus adalah nek mlebu masjid sing alus, maksudnya disini adalah jika memasuki masjid harus memiliki etika sopan santun dan mematuhi aturan – aturan yang ada di masjid tersebut. Gambar bulus ini merupakan Candra Sengkala Memet, dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna 1401 Saka. Gambar  bulus terdiri atas kepala yang berarti angka satu, 4 kaki berarti angka 4, badan bulus berarti angka nol, ekor bulus berarti angka satu.
Dari simbol ini di perkirakan masjid agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Masjid ini didirikan pada tanggal 1 Shafar. Dan pada tahun 1401 Saka atau 1479 M iniliah masjid agung Demak diresmikan berkenaan dengan pelantikan Sultan Raden Patah.
2.      Atap Masjid
Filosofi dari Atap Masjid adalah bangunannya berbentuk limas dan  terdiri dari tiga tingkatan yang memiliki makna sebagai berikut:
a.       Tingkatan pertama (bawah) disebut iman
b.      Tingkatan kedua (tengah) disebut islam
c.       Tingkatan ketiga (atas) disebut ikhsan
3.      Mustaka
Filosofi Mustaka yaitu melambangkan ma’rifat (pengenalan terhadap sifat-sifat Allah SWT). Bentuknya adalah seperti daun pohon sukun sama dengan bentuk mustaka di masjid-masjid Jawa lainnya yang mencerminkan akulturasi dengan Kebudayaan Hindu.
4.      Maksurah
Maksurah adalah bangunan kecil yang terlatak disebelah kiri pengimaman atau mihrab. Maksurah berfungsi sebagai tempat shalat raja atau penguasa. Terbuat dari kayu jati yang diletakkan diatas landasan pasangan bata. Dilengkapi pula dengan pintu masuk dari sisi utara yang berukuran 67x156 cm.
Filosofi Maksurah adalah didalamnya berukirkan tulisan arab yang intinya memulyakan ke-Esaan Allah SWT. Prasasti di dalam Maksurah menyebut angka tahun 1287 H atau 1866 M dimana saat itu adipati Demak dijabat oleh K.R.M.A. Aryo Purbaningrat.
5.      Pintu Bledheg
Pintu yang dipercaya dapat menangkal petir ini merupakan ciptaan Ki Ageng Selo pada zaman wali. Peninggalan ini merupakan prasasti “Condro Sengkolo” yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, bermakna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.
 Filosofi dari pintu bledheg ini adalah nek mlebu masjid ojo nganggo suoro banter koyo bledheg, maksudnya disini adalah jika kita memasuki masjid jangan berbicara dengan nada yang keras seperti petir. Ki Ageng Selo memiliki nama asli Syech Abdurrahman, makam beliau berada di Kabupaten Grobogan Kediri.
6.      Jendela Masjid
Jendela masjid berjumlah enam buah yang memiliki makna Rukun Iman itu jumlahnya ada 6 yaitu : Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat-malaikatNya, Iman kepada Rosul-rosulNya, Iman kepada Kitab-kitabNya, Iman kepada Hari Kiamat, Iman Kepada Qodlo’ dan Qodar.
7.      Soko Tatal/ Soko  Guru
Soko Tatal / Soko Guru, yang berjumlah empat merupakan tiang utama penyangga kerangka atap masjid yang bersusun tiga. Filosofi soko guru berjumlah empat adalah karena mazhab saat ini adalah berjumlah empat yaitu mazhab Syafi`i, Maliki, Hambali, dan Hanafi. Masing – masing soko guru memiliki tinggi 1630 cm, formasi tata letak soko guru di pancangkan pada empat penjuru mata angin.
a.       Barat Laut       : Sunan Bonang
b.      Barat Daya      : Sunan Gunung Jati
c.       Tenggara         : Sunan Ampel
d.      Timur Laut      : Sunan Kalijaga
Alasan mengapa jumlah wali hanya empat adalah karena diambil perwakilannya saja. Sunan Bonang dan Sunan Ampel mewakili Jawa Timur, Sunan Gunung Jati mewakili Jawa Barat, dan Sunan Kalijaga mewakili Jawa Tengah.
8.      Situs kolam Wudlu
Situs Kolam Wudhu letaknya dibagian depan tepat disamping Musium Masjid Agung Demak.  Filosofi Kolam Wudlu yang dibuat dibagian depan yaitu agar memudahkan Wali dan Jama’ah ketika akan masuk masjid dianjurkan untuk melakukan wudlu dahulu.

Bangunan bersejarah ini merupakan tempat wudhu yang pertama dibuat ketika Masjid Agung Demak berdiri yang mempunyai luas ± 75 m² dan mempunyai kedalam air 3 meter. Sekarang kolam wudhu tidak lagi dipergunakan untuk tempat wudhu dan dijadikan situs bersejarah yang dikelilingi oleh pagar besi. Pemugaran terakhir dilakukan pada tahun 1978M. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Semoga Bermanfaat Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting