SOLUSI
ISLAM TERHADAP KRISIS AKHLAK REMAJA
Islam
sebagai ajaran universal dan mengandung berbagai keunggulan komparatif untuk
diterapkan dalam rangka mencari solusi terhadap berbagai masalah nasional,
terutama masalah pendidikan. Terjadinya keterbelakangan dalam bidang ekonomi,
ilmu pengetahuan, teknolofi, peradaban, kesehatan, dan lain sebagainya,
penyebab utamanya adalah karena keterbelakangan dalam bidang pendidikan.
Kepedulian Islam tersebut terlihat dari ayat al-Qur’an pada surat al-Alaq ayat
1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ
رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ ﴿۱﴾ خَلَقَ الْإِنْسَنَ مِنْ عَلَقٍ ﴿۲﴾اقْرَأْ وَرَبُّكَ
الْأَكْرَمُ ﴿۳﴾ الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿۴﴾عَلَّمَالْإِنْسَنَ مَا لَمْ
يَعْلَمْ ﴿۵﴾
Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama TuhanmuYangmenciptakan. Dia telah
Menciptakan manusi dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling
Pemurah, Yang Mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq [96]: 1-5)
Pada
ayat diatas dijelaskan sedidakanya terdapat lima komponen utama dalam
pendidikan, yaitu guru, murid, sarana dan prasarana, metode pengajaran, dan
kurikulum. Jadi, al-Qur’an adalah kitab pendidikan, mengingat perhatiannya yang
demikaian besar terhadap masalah pendidikan.
Krisis
akhlak yang banyak dialami para remaja menjadi sasaran utama bagi Islam untuk
memecahkannya. Terbukti pada saat ini banyak keluhan yang disampaikan orang
tua, para guru, dan orang yang bergerak dibidang sosial mengeluhkan tentang
prilaku sebagaian para remaja yang amat menghawatirkan. Diantara mereka sudah
banyak terlibat dalam tawuran, penggunaan obat-obat terlarang, minuman keras,
pembajakan, penodongan, pelanggaran seksual, dan pelanggaran kriminal. lalu,
bagaimana langkah untuk memecahkan krisis akhlak tersebut?
Berikut adalah cara untuk mengatasi timbulnya
krisis akhlak yang banyak dialami oleh para remaja:
1. Pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan
menetapkan pelaksanaan pendidikan agama baik di rumah, sekolah maupun
masyarakat.
2. Dengan mengintegrasikan antara pendidikan dan
pengajaran.
3. Sejalan dengan butir dua diatas, pendidikan
akhlak bukan hanya menjadi tanggungjawab guru agama saja, melainkan juga
tanggungjawab seluruh guru bidang studi.
4. Pendidikan akhlak harus didukung oleh kerja
sam yang kompak dan usaha yang sungguh-sungguh dari orang tua (keluarga),
sekolah, dan masyarakat.
5. Pendidikan akhlak harus menggunakan seluruh
kesempatan, berbagai sarana termasuk teknologi modern.
Upaya
pembinaan akhlak tersebut dapat dilakukan terutama melalui jalur-jalur yang
sudah tersedia dalam pola pembangunan nasional di bidang agama. Dalam hubungan
ini dapat kita lihat beberapa jalur yang cukup banyak memungkinkan upaya-upaya
permasyarakatan tersebut, seperti jalur kesehatan, pendidikan, pembinaan, dsb.
Selain itu, jalur-jalur tradisional juga sangatlah berperan dalam penyampaian
pesan keagamaan, seperti khutbah, tablig (dakwah), buku, dsb.
Referensi :
Nata, Abudin. 2003. Manajemen Pendidikan. Jakarta
Timur: Prenada Media.
Yafie, Ali. 1997. Teologi Sosial. Yogyakarta: Penerbit LKPSM.

0 komentar:
Posting Komentar