HADITS-HADITS
TENTANG PENDIDIKAN
1.
Hadits Nabi Muhammad saw sebagai sumber utama pendidikan
Hadits
Fi’liyyahsebagai sumber utama pendidikan dalam masalah Ibadah:
عَنْ
مَالِكِ بْنِ الْجُوا َيْرِثِ قَالَ: قَالَرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلُّوا
كَمَا رَاَيْتُمُوْنِى اُصَلِّى. ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )
Artinya: “dari
Malik bin Al-Juwairis berkata, “Rosulullah SAW bersabda: “Shalatlah kamu
sebagaimana kamu melihat aku shalat”. (HR.Bukhari)
2.
Metode Pemahaman Hadits-Hadits pendidikan
Contoh hadits yang
menggunakan metode Maudlu’i: dari Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda:
مَنْ
جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة. قال أبو بكر يا رسول الله إن أحد شقي إزاري
يسترخي إلا أن أتعاهد ذلك منه؟ فقال النبي صلى الله عليه وسلم لست ممن يصنعه خيلاء.( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )
Artinya:
“Barang siapa berpakaian panjang hingga menyapu tanah karena kesombongannya,
Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat. Abu Bakar berkata: Wahai
Rosulullah salah satu bagian kainku berjuntai, hanya saja saya sudah terbiasa
dengan hal itu. Nabi SAW bersabda: Engkau termasuk orang yang melakukannya
karena kesombongan.” (HR.Bukhari).
3.
Pengertian Dan Hakekat Pendidikan
Hadits tentang
konsep Pendidikan Karakter :
قَالَ
أُسَامَة بن زيد رضي اللهُ عنهما سَمِعْتُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِا لْعَالِمِ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ فَيُلْقِى فِى النَّارِ فَتَنْدَلِقَ أَقْتَابُهُ فَيَدُورُ بِهَا
كَمَا يَدُوْرُ الْحِمَارُ بِالرِّحَى فَيُطِيْفُ بِهِ أَهْلُ النَّارِ
فَيَقُولُونَ مَالكَ؟ فَيَقُولُ كُنْتُ امُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا اتِيْهِ
وَانْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَأتِيْهِ..(متفق عليه)
Artinya:
“Usamah bin Zaid ra. berkata : saya mendengar Rosulullah SAW., bersabda: akan
dihadapkan orang yang berilmu pada hari kiamat, lalu keluarlah semua isi
perutnya, lalu ia berputar-putar mengelilingi tempat tambatannya. Lalu penghuni
neraka disuruh mengelilinginya seraya bertanya: Apakah yang menimpamu? Dia
menjawab: Saya pernah menyuruh orang pada kebaikan, tetapi saya sendiri tidak
mengerjakannya, dan saya mencegah orang dari kejahatan tetapi saya sendiri yang
mengerjakannya”. (Muttafaq ‘Alaih)
4.
Manusia Dan Potensi Pendidikan
Hadits tentang
fitrah Manusia:
كل ﻣﻮﻟﻮﺩﻋﻠﻲ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﺑﻮﺍﻩﻳﻬﻮﺩﺍﻧﻪ
ﺍﻭ ﻳﻨﺼﺮﺍﻧﻪﺍﻭ ﻳﻤﺠﺴﺎ ﻧﻪ . ( ﺭﻭﺍﻩﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )
Artinya:
“Setiap bayi yang dilahirkan itu di
atas suci (fitrah), kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia
yahudi, nasrani atau majusi” (H.R Bukhari)
5.
Kewajiban Belajar Mengajar
Hadits tentang
balasan yang diberikan oleh Allah SWTterhadap orang yang menuntut ilmu:
عَنْ
اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَرَسُوْلِ
اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ, مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ
عِلْمًا سَهَّلَ الله لَهُ طَرِيقًا اِلَى الْجَنَّةِ. (رواه مسلم والترمذى واحمد وبيهقي)
Artinya: “Abu
Hurairoh meriwayatkan bahwa Rosulullah SAW bersabda, : Siapa yang menempuh
jalan menuntut ilmu, akan dimudahkan Allah jalan untuknya ke surga”.
(HR.Muslim, Turmudzi, Ahmad dan Baihaqi).
6.
Tujuan Pendidikan
Hadits tentang
Tujuan Pendidikan yaitu untuk kebahagiaan Dunia dan Akhirat:
مَنْ
أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الْأَخِرَةَ
فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ومسلم )
Artinya:
“Barang siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka ia harus memiliki
ilmunya, dan barang siapa menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka ia harus
memiliki ilmunya dan siapa yang ingin memiliki kedua-duanya, ia harus memiliki
ilmunya”.(HR.Bukhari Muslim)
7.
Subyek Pendidikan : Pendidik dan Peserta Didik
Hadits tentang
Karakter seorang Pendidik haruslah Bersikap Adil:
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ أَنْ أَبَاهُ أَتَى بِهِ
إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَا لَ إِنِّي هَذَا غُلَامًا فَقَا لَ أَكُلَّ
وَلَدِ كَ نَحَلْتَ مِثْلَهُ قَالَ لَا قَالَ فَارْجِعْهُ.(متفق عليه)
Artinya: “Dari
Nu'am bin Basyir r.a. bahwa ayahnya datang membawanya kepada Rasulullah SAW dan
berkata:"Sesungguhnya saya telah memberikan seorang budak (pembantu)
kepada anakku ini". Maka Rasulullah SAW bertanya:"Apakah semua anakmu
kamu beri budak seperti ini?"Ayah menjawab:"Tidak".Rasulullah
SAW lantas bersabda: "Tariklah kembali pemberianmu itu". (HR. MuttafaqAlaih).
8.
Lingkungan Pendidikan: Keluarga,Sekolah,Dan Masyarakat
Hadits tentang
Pengaruh Pergaulan terhadap Pendidikan Anak:
وَعَنْ
أَبِى مُوسَىرﻀﻲ ﷲ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : اَنَّ النَّبِيَّ ﺻﻠﻰﷲ عَلَيْهِ
ﻭﺳﻠﻢﻗﺎﻝ:
مَثَلَ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ السُّوْءِ, كَحَامِلِ الْمِسْكِ, وَنَافِخِ
الْكِيْرِ, فَحَامِلِ الْمِسْكِ إِمَّا أنْ يُحْذِيَكَ, وَاِمَّا أنْ تَبْتَأعَ
مِنْهُ, وَاِمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَنَافِحُ الْكِيْرِ
إِمَّا أنْ يُحْرِقَ ثِيَا بَكَ, وَاِمَّا أنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيشَةً.
(رواه البخاري)
Artinya: Abu
Musa r.a. berkata: Nabi SAW bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan yang
jelek, bagaikan pembawa misik (kasturi) dengan peniup api tukang besi, maka
yang membawa misik adakalanya memberi tahumu atau anda membeli padanya, atau
mendapat bau harum dari padanya. Adapun peniup api tukang besi, jika tidak
membakar bajumu atau anda mendapat bau yang busuk dari padanya. (HR.Bukhari).
9.
Materi Pendidikan
Hadits tentang
materi pendidikan yaitu Fikih:
وعن
ﻣﻌﺎﻭﻳﺔ ﺭﺿﻲﷲ ﻋﻨﻪ قال: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﷲ ﺻﻠﻰﷲ عَلَيْهِ ﻭﺳﻠﻢ : (
مَنْيُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًأ يُفَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ ). متفق عليه
Artinya:
Dari Mu'awiyah ra katanya: "Rasulullah saw
bersabda: "Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk memperoleh
kebaikan, maka Allah membuat ia menjadi pandai dalam hal keagamaan." (Muttafaq 'alaih).
10.
Metode Pendidikan
Hadits tentang
Metode Mendidik yaitu dengan membuat mudah, gembira dan kompak:
عَنْ
أَنَسِ بْنِ مَالِكِ عَنِ ألنَّبِيَّ ﺻﻠﻰﷲ عَلَيْهِ ﻭﺳﻠﻢ قَالَ يَسِّرُوا
وَبَشِرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا (اخرجه البخاري في كتاب العلم)
Artinya: “Dari
Anas bin Malik dari Nabi Muhammad SAW bersabda: “Mudahkanlah dan jangan
dipersulit dan berilah kabar gembira dan janganlah mereka dibuat lari”.
(HR.Bukhari Fi Kitab Al-Ilmi)
11.
Alat/Media Pendidikan
Hadits tentang
Tulisan sebagai Media Pendidikan:
عَمْرُو
بْنَ مَيْمُونِ الأَودِيَّ قَالَ كَانَ سَعْدٌ يُعَلِّمُ بَنِيهِ هَؤُلَاءِ
الكَلِمَاتِ كَمَا يُعَلِّمُ المُعَلِّمُ الْغِلْمَانَ الكِتَابَةَ وَيَقُولُ
إِنَّ الرَّسُولَ ﷲ ﺻﻠﻰﷲ عَلَيْهِ ﻭﺳﻠﻢ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُنَّ دُبُرَ
الصَّلَاةِ اللهم إِنَّي أَعُوذبِكَ مِنَ الجُبْنِ وَأَعُوذبِكَ أَنْ أَرَدَّ اِلَى
اَرْذَلِ العُمرِ وَأَعُوذبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَأ وَأَعُوذبِكَ مِنْ
عَذَابِ القَبْرِ. (اخرجه البخارى والترمذي)
Artinya: “Dari
Amr bin Maimun al-Audiy berkat Sa’ad mengajarkan beberapa kalimat do’a
sebagaimana seorang guru mengajarkan tulisan kepada anak-anak dn di berkata
bahwa Rosulullah SAW selalu memohon perlindungan dari beberapa kalimat itu
setiap selesai sholat, yaitu Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan
kepada Engkau dari rasa takut, dan aku mohon perlindungan kepada Engkau dari
dikembalikan ke serendah-rendahnya usia (pikun) dan aku mohon kepada Engkau
dari siksa kubur.” (HR.Bukhari dan Turmudzi).
12.
Evaluasi Pendidikan
Hadits tentang Evaluasi dapat dilakukan dengan cara bertanya lansung kepada
Rosulullah SAW:
حدثنا
قتيبة, حدثنا اسماعيل بن جعفر, عن عبد
الله بن دينار, عن ابن عمر قال:ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﷲ ﺻﻠﻰﷲ عَلَيْهِ ﻭﺳﻠﻢ, "
ان من شجر شجرة لا يسقط ورقها, وانها مثل المسلم, فحدثونى ما هى؟ فوقع النلس في
شجرة اليوادى, قال: عبد الله ووقع فى نفسى أنها النخلة, فاستحييت. ثم قلوا,"
حدثنا ما هى يا ﺭﺳﻮﻝ ﷲ" قال, " هى النخلة". (رواه البخاري)
Artinya : “menceritakan kepada kami Qutaibat, menceritakan kepada
kami Ismail ibn Ja’far, dari Abdullah Ibn Dinar, dari Ibn Umar, ia
berkata, Rasulullah SAW Bersabda, “ Sesungguhnya diantara pepohonan ada satu
pohon yang daunnya tidak jatuh ke tanah (secara berguguran). Pohon
itu bagaikan seorang muslim. Jelaskanlah kepadaku pohon apaitu? “orangorang
mengatakan pohon itu terdapat di pedalaman. ‘Abdullah Berkata, “dalam
benakku terbetik pikiran bahwa yang dimaksud adalah pohon kurma.
Akan tetapi aku malu menjawabnya. “Orangorang barkata:
“beritahukanlah kepada kami, pohon apakah itu wahai Rasulullah?
Beliau menjawab Pohon kurma.” (HR. Bukhari).
13.
Manajemen Pendidikan
Hadits tentang
Prinsip yang digunakkan dalamManajemen Pendidikan Islam:
ﺣﺪﺛﻨﺎ
ﺳﻨﺎﻥ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻓﻠﻴﺢ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻫﻼﻝ ﺑﻦ
ﻋﻠﻲﻋﻦ ﻋﻄﺎء ﻋﻦ ﻳﺴﺎﺭ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ رﻀﻲ
ﷲ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﷲ ﺻﻠﻰﷲ عَلَيْهِ ﻭﺳﻠﻢ :
ﺇﺫﺍ ﺿﻴﻌﺖ ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ﻓﺎﻧﺘﻈﺮ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ. ﻗﺎﻝ : ﻛﻴﻒ
ﺇﺿﺎﻋﺘﻬﺎﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﷲ ؟ ﻗﺎﻝ: ﺇﺫﺍ ﺃﺳﻨﺪ ﺍﻷﻣﺮ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺃﻫﻠﻪ
ﻓﺎﻧﺘﻈﺮ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ.(رواه البخاري)
Artinya : Apabila suatu suatu amanah disia‑siakan, maka tunggulah saa-saatkehancuran. (Abu Hurairah) bertanya: Bagaimana meletakan amanah itu
ya Rasulallah
? Beliau
menjawab “ Apabila
suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat
kehancurannya.”(HR.Bukhari)
14.
Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan
Hadits tentang
Sifat Pemimpin yang berwibawa:
كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
(رواه البخاري و مسلم)
Artinya: “Setiap
kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya (diminta
pertanggungjawaban) terhadap apa yang dipimpinnya.”(H.R. Bukhori Muslim).
0 komentar:
Posting Komentar