Senin, 23 Mei 2016

Siapakah Malaikat Itu..???

Diposting oleh Sania Rosyida di 07.59
Beriman kepada Para Malaikat Allah

Iman berasal dari bahasa Arab yang berarti membenarkan, sedangkan menurut istilah adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mempraktekkan dengan amal perbuatan yakni membenarkan tentang adanya Allah, malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya, Hari Akhir, Qodlo’ dan Qodar-Nya, Sesuai dengan firman Allah sebagai berikut:
ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ  ۦ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلُّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلَئِكَتِهِ   ۦ وَكُتُبِهِ  ۦ وَرُسُلِهِ  ۦ لَانُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُّسُلِهِ  ۦ ۚ
“Rasul telah beriman dengan apa-apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semua beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, Kami tidak membedakan antara seorang pun dari rasul-rasul-Nya...”(QS.Al-Baqarah[2]:285)
Ayat-ayat diatas menjelaskan kepada kita, bahwa salah satu iman yang diwajibkan Allah adalah beriman kepada para malaikat-Nya. Jika orang hanya mengimani namun tidak menyakini, mema’rifati (mengenal lebih dekat), dan bersahabat dengan para malaikat-Nya, maka keimanan orang tersebut tidak akan pernah sempurna dihadapan Allah, dan itulah kesesatan yang sejauh-jauhnya kesesatan. Menurut para ahli hikah, Beriman kepada para malaikat Allah merupakan penunjang yang amat penyting guna mengiringi takwa dan untuk memperoleh cahaya dalam menempuh perjalanan ruhani menuju alam malakut, jabarut dan lahut. Lalu seberapa pentingkah kita harus beriman kepada para malaikat Allah? Jawabanya adalah sangat penting karena para malaikat telah berjasa besar bagi kelangsungan hidup keruhanian kita disisi Allah, sehingga Allah memerintahkan kita untuk menjalin persahabatan yang baik dengan para malaikat-Nya.
Siapakah Malaikat Itu?
Dalam makna etimologis, kata malaikat berasal dari kata “Malak” yang artinya memiliki, menguasai, dan memerintah. Malaikat adalah hamba Allah SWT yang sangat dekat dan didekatkan kepada-Nya (muqarrabin). Oleh karena itu, hamba ini disebut-Nya sebagai malaikat (al-malik, maharaja), yang sangat kuat dan kental unsur-unsur ketuhanan yang melekat dalam ekstensi dirinya. Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Sayyid Sabiq di dalam kitabnya “al-‘Aqidah al-Islamiyyah”, bahwa malaikat adalah hamba Allah yang berada pada kelompok tertinggi (al-mala’ul a’la). Yakni, suatu alam yang halus, gaib, dan tidak dapat dicapai oleh pancaindra. Malaikat diciptakan Allah berasal dari unsur nur (cahaya). Sebagaimana dalam hadits Nabi SAW berikut.
Dari ‘Aisyah Ra., Rasulullah SAW. bersabda: “Malaikat-malaikat itu telah diciptakan dari nur (cahaya), sedang jin telah diciptakan dari percikkan nyala api dan Adam telah diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua.” (HR.Muslim)
Menurut Paham Teologi Ahlus Sunnah wal Jamaah, ada sepuluh malaikat yang harus diimani, yaitu: Jibril As., Mikail As., Israfil As., Izrail As., Raqib As., ‘Atid As., Munkar As., Nakir As., Malik As., dan Ridhwan As. Lebih lengkapnya ada dibawah ini:
1.      Malaikat Jibril As.
Malaikat Jibril As. adalah malaikat yang sangat dipercaya oleh Allah untuk menyampaikan pesan-pesan ketuhanan berupa wahyu dan ilham kepada para nabi, rosul, para kekasih-Nya, dan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Ia juga bertugas sebagai pemimpin seluruh malaikat. Rupa dan bentuk malaikat Jibril telah dijelaskan dalam hadits nabi berikut ini,
Nabi SAW bersabda: “Setelah Allah Ta’ala menciptakan Malaikat Jibril As. dengan rupa yang sebaik-baiknya,dan dia dijadikan untuknya enam ratus sayap, panjang tiap-tiap sayap sejarak antara timur dan barat, maka Jibril memandang kepada dirinya, lalu berkata: “Tuhanku, apakah Engkau telah menciptakan makhluk lain yang lebih indah rupanya dari pada aku?” Allah Ta’ala menjawab: “Tidak”. Maka bangkitlah Jibril, lalu shalat dua rekaat karena rasa syukurnya kepada Allah Ta’ala. Dia berdiri pada setiap rakaatnya selama dua puluh ribu tahun.”
2.      Malaikat Mikail As.
Malaikat Mikail As. adalah malaikat yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia disisi Rabb-nya. Ia sangat dipercaya oleh Allah SWT. untuk mengatur dan membagikan rezeki dan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk yang ada dibumi, bahkan seekor semut di tengah gurun serta seekor plankton yang hidup di dasar laut pun sudah Allah tentukan rezekinya setiap hari sepanjang hidup dan kehidupannya.
Malaikat mikail juga bertugas sebagai pemimpin para Malaikat Karubbiyun yang menjadi asisten-asisten ahlinya dalam bidangnya masing-masing yang selalu siap melaksanakan segala sesutu yang diperintahkannya yang sesuai dengan perintah Allah SWT kepadanya.
3.      Malaikat Israfil As.
Tugas malaikat Israfil adalah sebagai peniup sangkakala pada hari kiamat. Sebagaimana sabda nabi berikut
Dari Ibnu ‘Abbas Ra., Nabi Saw. bersabda:
“Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, maka Dia ciptakan sangkakala. Sangkakala itu mempunyai lubang dan diberikan Allah Ta’ala kepada Israfil As.,sedang dia meletakkannya pada mulutnya; matanya menatap ke ‘Arsy, menunggu kapan dia diperintahkan (untuk meniupkannya).”
4.      Malaikat Izrail As.
Tugas malaikat Izrail adalah mencabut nyawa semua makhluk, baik manusia, hewan, jin, setan, maupun malaikat sendiri apabila tiba saatnya.  Karena sesungguhnya setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan maut (kematian). Allah SWT berfirman:
قُلْ يَتَوَفَّىكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
“Katakanlah: ‘Malaikat Maut yang diserabi tugas untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan kembali.” (QS.As-Sajdah[32]: 11)
Dalam ayat diatas jelas bahwa kematian adalah kepastian. Siapapun pasti akan menghadapi Malaikat Izrail.
5.      Malaikat Raqib As. dan Malaikat ‘Atid As
Dua Malaikat ini diberi julukan Kiraman Katibin. Diriwayatkan bahwa setiap manusia disertai dua malaikat yang berada disebelah kanan sebagai pencatat amal baik tanpa disaksikan yang lain, sedang yang dikiri sebagai pencatat amal tercela, dan tidak dicatat amal-amal tercela tersebut sebelum disaksikan malaikat yang sebelah kanan. Bila seorang manusia sedang duduk, malaikat yang satu berada disebelah kanan, seang yang lain berada disebelah kiri. Bila manusia tersebut sedang bejalan, maka malaikat yang satu berada dedepannya, sedang yang lain berada dibelakangnya. Bila manusia tersebut sedang tidur, maka malaikat yang satu berada disisi kepalanya, sedang yang lain berada dikakinya.
Jadi jelaslah bahwa dimanapun kita berada pasti selalu diikuti oleh kedua malaikat ini, yang selalu mengawasi gerak-gerik atau perbuatan yang kita kerjakan.
6.      Malaikat Munkar As. dan Malaikat Nakir As.
Malaikat yang akan mendatangi si mayat ketika sudah berada dialam kubur adalah malaikat Munkar dan malaikat Nakir. Tetapi, menurut riwayat Abdullah bin Salam, sebelum Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir datang dan bertanya kepada si mayat, ada seorang malaikat yang mendahuluinya, yakni Malaikat Rumman.
Dijelaskan bahwa malaikat tersebut wajahnya sangat bercahaya seperti cahaya matahari. Malaikat Rumman bertugas untuk meminta si mayat menuliskan kebaikan dan keburukannya. Setelah selesai segala halnya, si mayat  akan berhadapan dengan Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir.
7.      Malaikat Malik As.
Malaikat Malik As. bertugas sebagai koordinator bagi para ,malaikat aparatur neraka, dengan menjaga, mengawasi, dan mengatur kelangsungan azab atau siksa Allah yang ditimpakan kepada para ahli neraka. Neraka itu mempunyai pintu-pintu, masing-masing pintu terbagi beberapa bagian untuk golongan laki-laki dan perempuan, sesuai dengan amalan-amalan dosanya.
8.      Malaikat Ridhwan As.
Malaikat Ridhwan As. bertugas sebagai koordinator para malaikat aparatur surga, dan juga bertugas dalam menyambut para ahli surga dengan lembut penuh keramah-tamahan.


Sumber : Rachmad Ramadhana al-Banjari. 2007. Biografi Malaikat. Jogjakarta: DIVA Press.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Semoga Bermanfaat Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting