Hubungan Islam dengan Pendidikan
Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima
yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Selanjutnya kata salima kemudian
diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam
kedamaian.[1]
Kata Islam juga dapat diambil dari kata as-silm dan as-salm
berarti perdamaian dan kemanan. Sedangkan secara terminologi disepkati oleh
para ulama’ bahwa Islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia
sejak manusia diturunkan ke muka bumi dan terbina dalam bentuknya yang terakhir
dan sempurna dalam al-Qur’an yang suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad
SAW. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa islam adalah suatu
agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui rosul-rosul-Nya, yang berisi
aturan-aturan dan norma-norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah,
manusia dengan manusia, dan manusia dengan semesta.[2]
Adapun istilah pendidikan berasal dari kata “didik”
dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “kan”, yang mengandung arti
“perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan pada mulanya
berasal dari bahasa Yunani yaitu “paedagogie” yang berarti bimbingan
yang diberikan kepada anak.[3]
Sedangkan secara terminologi, pendidikan menurut Syed Muhammad al-Nuquib al-Attas
adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia.[4]
Jadi, secara sederhana dapat dikatakan bahwa pendidikan
Islam dapat diartikan sebagai pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai
ajaran Islam. Sebagaiman yang tercantum dalam al-Qur’an dan al-Hadits serta
dalam pemikiran para ulama’ dan dalam praktek sejarah ummat Islam.[5]
Ajaran Islam sebagaimana dijumpaidalam Al-Qur’an dan
Haditstelah meletakkan dasar-dasar yang khas tentang berbagai aspek kehidupan,
terutama masalah pendidikan.Lalu, seperti bagaimanakah hubungan antara Islam
dengan masalah seputar Pendidikan?. Menurut pengetahuan saya hubungan Islam
dengan Pendidikan sangat erat karena saat Islam ingin memberikan suatu solusi
terhadap berbagai masalah dalam kehidupan manusia biasanya melalui jalur
pendidikan.
Pembicaraan seputar Islam dan pendidikan tetap menarik,
terutama dalam kaitannya dengan upaya membangun sumber daya manusia Muslim.
Islam sebagai agama dan pandangan hidup yang diyakini mutlak kebenarannya akan
memberikan arah dan landasan etis serta moral pendidikan. Dalam kaitan ini
Malik Fadjar mengatakan bahwa hubungan antara Islam dengan pendidikan bagaikan
dua sisi sekeping mata uang. Artinya, Islam dan pendidikan mempunyai hubungan
filosofis yang sangat mendasar, baik secara ontologis, epistimologis maupun
aksiologi.[6]
Referensi:
Nafis, Muhammad Muntahibun. 2011. Ilmu Pendidikan
Islam. Yogyakarta: Penerbit TERAS.
Nata, Abudin. 2013. Metodologi Studi Islam. Depok:
PT Raja Grafindo Persada.
Nata, Abudin. 2003. Manajemen Pendidikan. Jakarta
Timur: Prenada Media.
Yusuf, Ali Anwar. 2003. Studi Agama Islam untuk
Perguruan Tinggi. Bandung: CV Pustaka Setia.
[1]Abudin Nata, Metodologi Studi Islam, PT Raja Grafindo Persada,
Depok, 2013, hlm.62.
[2]Ali Anwar Yusuf, Studi Agama Islam untuk Perguruan Tinggi, CV
Pustaka Setia, Bandung, 2003, hlm. 32.
[3]Muhammad Muntahibun Nafis, Ilmu Pendidikan Islam, Penerbit TERAS,
Yogyakarta, 2011, hlm.1.
[5]Abudin Nata, Manajemen Pendidikan, Prenada Media, Jakarta Timur,
2003, hlm.161.
0 komentar:
Posting Komentar