Selasa, 18 April 2017

Islam Rohmatan lil Alamin

Diposting oleh Sania Rosyida di 00.45 0 komentar


SOLUSI ISLAM TERHADAP KRISIS AKHLAK REMAJA




Islam sebagai ajaran universal dan mengandung berbagai keunggulan komparatif untuk diterapkan dalam rangka mencari solusi terhadap berbagai masalah nasional, terutama masalah pendidikan. Terjadinya keterbelakangan dalam bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, teknolofi, peradaban, kesehatan, dan lain sebagainya, penyebab utamanya adalah karena keterbelakangan dalam bidang pendidikan. Kepedulian Islam tersebut terlihat dari ayat al-Qur’an pada surat al-Alaq ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ ﴿۱﴾ خَلَقَ الْإِنْسَنَ مِنْ عَلَقٍ ﴿۲﴾اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿۳﴾ الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿۴﴾عَلَّمَالْإِنْسَنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿۵﴾
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama TuhanmuYangmenciptakan. Dia telah Menciptakan manusi dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang Mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq [96]: 1-5)
Pada ayat diatas dijelaskan sedidakanya terdapat lima komponen utama dalam pendidikan, yaitu guru, murid, sarana dan prasarana, metode pengajaran, dan kurikulum. Jadi, al-Qur’an adalah kitab pendidikan, mengingat perhatiannya yang demikaian besar terhadap masalah pendidikan.
Krisis akhlak yang banyak dialami para remaja menjadi sasaran utama bagi Islam untuk memecahkannya. Terbukti pada saat ini banyak keluhan yang disampaikan orang tua, para guru, dan orang yang bergerak dibidang sosial mengeluhkan tentang prilaku sebagaian para remaja yang amat menghawatirkan. Diantara mereka sudah banyak terlibat dalam tawuran, penggunaan obat-obat terlarang, minuman keras, pembajakan, penodongan, pelanggaran seksual, dan pelanggaran kriminal. lalu, bagaimana langkah untuk memecahkan krisis akhlak tersebut?
 Berikut adalah cara untuk mengatasi timbulnya krisis akhlak yang banyak dialami oleh para remaja:
1.      Pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan menetapkan pelaksanaan pendidikan agama baik di rumah, sekolah maupun masyarakat.
2.      Dengan mengintegrasikan antara pendidikan dan pengajaran.
3.      Sejalan dengan butir dua diatas, pendidikan akhlak bukan hanya menjadi tanggungjawab guru agama saja, melainkan juga tanggungjawab seluruh guru bidang studi.
4.      Pendidikan akhlak harus didukung oleh kerja sam yang kompak dan usaha yang sungguh-sungguh dari orang tua (keluarga), sekolah, dan masyarakat.
5.      Pendidikan akhlak harus menggunakan seluruh kesempatan, berbagai sarana termasuk teknologi modern.
Upaya pembinaan akhlak tersebut dapat dilakukan terutama melalui jalur-jalur yang sudah tersedia dalam pola pembangunan nasional di bidang agama. Dalam hubungan ini dapat kita lihat beberapa jalur yang cukup banyak memungkinkan upaya-upaya permasyarakatan tersebut, seperti jalur kesehatan, pendidikan, pembinaan, dsb. Selain itu, jalur-jalur tradisional juga sangatlah berperan dalam penyampaian pesan keagamaan, seperti khutbah, tablig (dakwah), buku, dsb.

Referensi :
Nata, Abudin. 2003. Manajemen Pendidikan. Jakarta Timur: Prenada Media.
Yafie, Ali. 1997. Teologi Sosial. Yogyakarta: Penerbit LKPSM.
 

Semoga Bermanfaat Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting